Gubernur Sumut Ajak Generasi Milenial Sukseskan Sensus Penduduk Online

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengimbau generasi milenial untuk membantu masyarakat terutama para orang tua dalam melakukan pengisian data Sensus Penduduk 2020. Hal ini dikarenakan Sensus Penduduk tahun ini dilakukan secara online dan mandiri, sehingga beberapa orang tua mungkin menemukan kendala.

Hal ini diungkapkan Gubernur Edy Rahmayadi usai melakukan pengisian data Sensus Penduduk Online didampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut di ruang kerjanya Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (19/2). Menurutnya, kemampuan generasi milenial di bidang teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020.

“Orang tua saat ini banyak yang kurang paham soal teknologi informasi, jadi mungkin mereka akan mengalami kesulitan saat melakukan Sensus Penduduk online. Saya himbau kepada generasi milenial agar membantu para orang tua, bukan hanya orang tua sendiri, tetapi juga orang-orang tua di sekelilingnya,” kata Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi juga menekankan agar masyarakat jujur dan bertanggung jawab dalam melakukan Sensus Penduduk 2020. Ini penting karena dengan Sensus Penduduk pemerintah akan mengetahui kondisi dan situasi masyarakatnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan Sensus Penduduk Online yang didampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Rabu (19/2/2020). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan Sensus Penduduk Online yang didampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Rabu (19/2/2020). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan Sensus Penduduk Online yang didampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Rabu (19/2/2020). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan Sensus Penduduk Online yang didampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Rabu (19/2/2020). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan Sensus Penduduk Online yang didampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Rabu (19/2/2020). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra)

“Saya minta lakukanlah Sensus Penduduk ini secara bertanggung jawab. Karena ada beberapa kasus penduduk salah meng-input data. Ini demi kepentingan kita bersama. Apabila masyarakat benar-benar melakukan Sensus Penduduk ini maka akan menjadi pertimbangan pemerintah menentukan kebijakan, mana yang prioritas dan mana yang bisa ditunda. Kita pemerintah juga akan tahu menyalurkan bantuan. Baik bantuan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain-lain,” tambah Edy Rahmayadi.

Setelah melakukan Sensus Penduduk online, Edy Rahmayadi mengaku tidak mengalami kesulitan mengisi formulir yang diberikan. “Tidak sulit, ini mudah, hanya saja karena ada perubahan data di Kartu Keluarga jadi harus ada sedikit penyesuaian,” terangnya.

Ketua BPS Sumut Syech Suhaimi menambahkan saat ini organisasi yang dia pimpin sedang fokus ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Sumut. Hal ini dilakukan karena pemerintah harus menjadi contoh untuk masyarakatnya agar melakukan sensus penduduk online.

“Minggu ini kita masih fokus ke dinas-dinas (OPD), membantu dinas-dinas di Pemprov Sumut untuk menyelesaikan Sensus Penduduk online. Memang Sensus Penduduk kali ini dilakukan secara mandiri, tetapi kita harus tetap bisa memastikan masyarakat melakukannya. Karena itu kita akan melakukan beberapa kegiatan untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020 termasuk merekrut sukarelawan dari universitas untuk turun ke masyarakat,” kata Syech Suhaimi.

Sensus Penduduk sendiri dimulai pada 15 Februari dan akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2020. Masyarakat dihimbau untuk menyelesaikan Sensus Penduduk secepatnya melalui sensus.bps.go.id. “Sensus Penduduk akan berakhir tanggal 31 Maret, jadi kami himbau kepada masyarakat agar secepatnya melakukan sensus penduduk online di website BPS,” tambah Syech Suhaimi.

Sumber: Humas Sumut

#beritabaik (Editor)

Semoga menjadi penulis yang baik

Menjadi pembawa berita baik tidak seperti pandangan yang sebagian banyak orang hanya melihat dari kaca mata karya dan kepentingan… Namun kebenarannya adalah seperti hidup dalam ruang kaca (dapat dilihat dari berbagai sisi dan relevan pada kenyataan hidup)

Menulis berita bukan sekadar mencurahkan isi hati. Sebuah berita harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual, dan informatif. Tidak seperti menulis karangan yang mendayu-dayu. Kualitas berita tentu harus memenuhi kriteria umum penulisan, yaitu 5W+1H yang sudah menjadi ‘sego jangan’ (di luar kepala) buat seorang jurnalis. Selain syarat tersebut, sebenarnya ada juga syarat yang juga wajib dimengerti oleh seorang jurnalis, yaitu persyaratan bentuk. Dalam jurnalistik syarat bentuk ini lebih sering dikenal dengan sebutan ‘Piramida Terbalik’. Kenapa disebut Piramida Terbalik, karena bentuknya memang mirip dengan piramida mesir namun posisinya terbalik.

Mengapa kedua hal ini disebut sebagai dasar menulis bagi wartawan. Kedua teknik ini juga bisa, dan memang efektif, dipakai oleh penulis non-wartawan, termasuk bloger

5W=1H adalah singkatan dari “what, who, when, where, why, how,” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana.” Semua unsur inilah yang harus terkandung dalam sebuah artikel biasa atau berita biasa.

Artikel berbentuk berita memiliki struktur unik: Inti informasi ditulis pada alinea awal (disebut sebagai “lead” atau “teras berita”; biasanya satu hingga dua paragraf), data-data penting menyusul pada alinea-alinea selanjutnya, lalu penjelasan tambahan, dan diakhiri dengan informasi lain yang bukan bersifat informasi utama. Inilah yang disebut sebagai piramida terbalik.

Piramida Terbalik adalah sebuah struktur penulisan atau bentuk penyajian sebuah tulisan yang umum dilakukan seorang wartawan. Kenapa harus menggunakan metode Piramida Terbalik, tentu maksudnya adalah agar pembacara dapat segera mengetahui inti dari berita yang ingin diketahuinya. Apalagi disaat seperti sekarang yang serba cepat. Berita online misalkan, sebaiknya dalam menyampaikan berita langsung ke pokok beritanya. Informasi- informasi penting (inti) disajikan di awal paragraf, selanjutnya informasi pendukung mengikuti paragraf berikutnya.

Bagi pembaca sebuah artikel, piramida terbalik memudahkannya menangkap inti cerita, sebab informasi yang paling pokok langsung dibeberkan sejak alinea-alinea awal.

Bagi wartawan maupun redaktur, akan memudahkan dalam penulisan dan editing berita, karena mereka lebih fokus pada pokok pikiran berita yang mereka tuliskan. Sedangkan redaktur pun akan sangat mudah dalam menyunting ataupun memotong berita, tinggal menghapus paragraf-paragraf akhir yang dianggap tidak terlalu penting. Sedangkan bagi media dengan penulisan Piramida Terbalik ini, akan menghemat space halaman.*https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berita

Selamat menikmati perjalanan melintasi ruang dan waktu bersama kabar baik.